Tampilkan postingan dengan label Edisi Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Agustus 2013

Tips mudik menggunakan sepeda motor


Meskipun sudah dinyatakan berbahaya, namun masih banyak orang yang mudik dengan menggunakan kendaraan motor roda dua karena alasan ekonomi. Jika memang ingin melanjutkan perjalanan mudik, ada beberapa hal yang patut disiapkan oleh pemudik agar tetap nyaman dan aman.

"Jika terpaksa harus mudik menggunakan sepeda motor, sebaiknya hanya untuk perjalanan dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Jika tujuannya adalah Jawa Tengah ataupun Jawa Timur, sebaiknya tidak mudik dengan sepeda motor," ungkap Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes,

Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika mudik menggunakan sepeda motor menurut Prof Tjandra antara lain:

1. Siapkan kesehatan baik fisik dan mental, sebaiknya periksakan kesehatan dahulu sebelum perjalanan

2. Pastikan kendaraan roda dua yang digunakan dalam keadaan baik

3. Hindari penggunaan obat yang menyebabkan kantuk dan minuman beralkohol

4. Hindari membawa beban atau orang melebihi kapasitas, kapasitas motor hanya untuk dua orang saja

5. Gunakan helm terstandar

6. Patuhi rambu-rambu lalu lintas

7. Tidak menggunakan alat komunikasi pada saat mengemudi

8. Beristirahat setiap 3 jam sekali dan beristirahat jika mengantuk atau lelah

9. Hati-hati mengemudi saat turun hujan atau cuaca buruk

10. Jaga jarak dengan kendaraan lain

"Yang paling penting, sangat tidak dianjurkan mudik menggunakan sepeda motor bila membawa istri ataupun anak-anak, karena motor hanya untuk kapasitas dua orang saja. Apalagi harus membawa bayi jika menggunakan sepeda motor, karena sangat membahayakan kesehatan dan keselamatannya," ujar Prof Tjandra.

Meskipun demikian, Prof Tjandra kembali mengingatkan sebaiknya tidak mudik menggunakan sepeda motor. Manfaatkan fasilitas mudik gratis atau fasilitas pengangkutan sepeda motor dengan kapal laut maupun kereta api dari pemerintah dan sektor swasta, atau gunakan moda transportasi umum.

Sabtu, 13 Juli 2013

Anak Kost Juga Bisa Sahur dengan Menu Sehat


terbatas biaya dan persediaan makanan, bukan berarti anak kost tidak punya pilihan untuk sahur lebih sehat. Walaupun perlu sedikit usaha, dengan beberapa trik mudah bisa dihadirkan variasi makanan yang lebih kaya nutrisi.

Selain mengandalkan mie instan dan minuman instan, dengan fasilitas terbatas, makanan enak dan bernutrisi untuk sahur juga bisa disiapkan. Seperti beberapa makanan ini.

. Beli makanan saat buka
Jika terbatas waktu untuk menyiapkan hidangan sahur, Anda bisa membeli hidangan selagi berbuka puasa atau di malam harinya. Sebaiknya pilih hidangan yang akan tahan lama hingga keesokan hari seperti sup dan lauk.

Bumbu siap pakai
Varian bumbu siap pakai juga bisa menjadi alternatif praktis untuk menyiapkan hidangan sahur. Dengan tambahan sedikit minyak, sup, tumisan dan nasi goreng lezat pun bisa dibuat.

Beli buah secukupnya
Kehadiran serat dalam diet puasa berfungsi untuk mengatasi sembelit sekaligus menjaga perut kenyang lebih lama. Sediakan dan konsumsi buah seperti apel, pisang, dan jeruk secukupnya untuk sahur selama satu minggu.

Sedia oatmeal instan
Ganti konsumsi mie instan yang terlalu sering dengan oatmeal. Lebih bernutrisi dan praktis. Cukup dituangkan air panas. Campurkan oatmeal dengan selai kacang atau gula secukupnya untuk memberikan rasa manis gurih.





Rabu, 15 Agustus 2012

Cara Menghitung Zakat


Berzakat merupakan salah satu cara untuk membersihkan harta yang kita miliki karena pada dasarnya sebagian dari harta kita merupakan hak dari orang lain. Adakalanya orang kebingungan dengan rumus cara perhitungan besarnya zakat yang harus dibayarkan karena memang ada ketentuan yang berbeda terhadap cara menghitung zakat atas harta yang berbeda juga.


Berikut ini contoh cara menghitung zakat berdasarkan jenis harta yang dimiliki:


# ZAKAT ATAS EMAS DAN PERAK

Seseorang memiliki harta kekayaan sebagai berikut:
Tabungan di bank                                        Rp 5.000.000,-
Tabungan uang tunai                                  Rp 2.000.000,-
Perhiasan (berbagai bentuk) 100 gr
Utang jatuh tempo                                        Rp 1.500.000,-

Catatan:
Emas seberat 85gr dipakai sebaga perhiasan
Asumsi harga emas Rp 70.000,-
Tabungan tidak termasuk bunga
Nishab yang besangkutan telah terjadi tepat 1 tahun yang lalu.

Zakat yang harus dikeluarkan:
Uang tabungan di bank                                Rp 5.000.000,-
Tabungan uang tunai                                    Rp 2.000.000,-
Emas 15 gr @ Rp 70.000,-                           Rp 1.050.000,- +
Jumlah                                                              Rp 8.050.000,-

Utang                                                                 Rp 1.500.000,- -
SALDO                                                               Rp 6.550.000,-

Besarnya nishab adalah 85 gr x Rp 70.000,- = Rp 5.950.000,-

Besar zakat = 2,5% x Rp 6.550.000,- = Rp 163.750,-



# PENGHITUNGAN ZAKAT ATAS PERNIAGAAN

Sebuah toko mebel pada saat tutup buku per Januari tahun 2000 dengan keadaan sebagai berikut:

stok mebel 5 set seharga      Rp 10.000.000,-
uang tunai / bank                      Rp 15.000.000,-
piutang                                        Rp   2.000.000,-  +
jumlah                                         Rp 27.000.000,-

utang                                            Rp  7.000.000,- -
saldo                                            Rp 20.000.000,-

Besarnya zakat: 2,5% x Rp 20.000.000,- = Rp 500.000,-



# PERHITUNGAN ZAKAT ATAS PENGHASILAN PROFESI

pendapatan bulanan                Rp 2.000.000,-
pendapatan lainnya                  Rp    600.000,- +
total                                               Rp 2.600.000,-

besar zakat : 2,5% x Rp 2.600.000,- = Rp 65.000,-



# PERHITUNGAN ZAKAT ATAS SAHAM
bila memiliki 500.000 lembar saham dengan harga nominal saham Rp 5.000,- per lembar. Pada akhir tahun buku tiap lembar saham memperoleh deviden Rp 300,-

Perhitungan zakat :
nilai saham (book value) : 500.000,- x Rp 5.000,- = Rp 2.500.000.000,-
deviden (500.000 x Rp 300,-)                                     = Rp    150.000.000,- +
total :                                                                                   Rp 2.650.000.000,-

besarnya zakat : 2,5% x Rp 2.650.000.000 = Rp 66.750.000,-



Video Cara Menghitung Zakat


  SUMBER :http://carapedia.com/menghitung_zakat_info668.html

Minggu, 12 Agustus 2012

Tips Menghemat Baterai Smartphone di Saat Mudik



Tak terasa sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan memperingati Hari Raya Idul Fitri yang di Indonesia kerap disebut dengan istilah Lebaran. Menjelang Lebaran, terdapat sebuah tradisi yang telah mengakar di dalam budaya masyarakat Indonesia, yakni tradisi mudik.
Saat menjalankan ‘ritual’ mudik ini, sebagian dari Anda ada yang rela berdesak-desakan dalam angkutan umum atau bermacet-ria di jalanan hingga berjam-jam lamanya (bahkan ada yang hingga berhari-hari) demi dapat berlebaran di kampung halaman bersama keluarga atau sanak saudara tercinta.
Komunikasi melalui smartphone saat perjalanan mudik tentunya tidak ingin terkendala hanya karena kehabisan daya baterai. Untuk itu tentunya Anda harus berusaha menghemat daya baterai dari smartphone Anda tersebut.
Berikut kami sajikan beberapa tips untuk memperpanjang kinerja baterai smartphone saat perjalanan mudik:
1. Matikan koneksi 3G jika tidak dibutuhkan
Koneksi 3G memang lebih ngebut ketimbang EDGE atau GPRS. Namun daya yang dibutuhkan juga lebih besar. Saat mudik, tak ada salahnya koneksi ke jaringan 3G dimatikan jika yang lebih banyak dilakukan hanya telepon, SMS dan sesekali memeriksa e-mail. Koneksi EDGE sepertinya cukup memenuhi kebutuhan komunikasi Anda. Lagipula, mungkin masih banyak jalur mudik yang belum tercover jaringan 3G.
2. Matikan fitur yang tidak diperlukan
Fitur-fitur seperti Wi-Fi atau Bluetooth sebaiknya dimatikan, karena kemungkinan besar tidak terlalu diperlukan dalam aktivitas mudik. Fitur pemetaan dengan GPS mungkin akan sangat membantu jika tersesat dan ingin mengetahui jalur. Namun GPS dapat ‘memakan’ baterai dengan cepat. Jadi gunakanlah fitur tersebut dengan bijak.
3. Kunci layar dan turunkan tingkat kecerahan layar
Khususnya di smartphone l ayar sentuh, mengunci layar saat tidak dipakai perlu dilakukan agar sentuhan tidak mengaktifkan handset dan memboroskan baterai. Kemudian turunkanlah pengaturan tingkat kecerahan layar (brightness) sampai level minimum yang masih bisa dilihat mata. Persingkat pula setting jangka waktu otomatis layar menyala. Hal ini dijamin bakal membuat baterai smartphone Anda akan lebih awet.
4. Matikan fitur getar (vibration)
Fitur getaran atau vibration biasanya memakan lebih banyak daya dibandingkan dengan ringtone. Jadi sebaiknya Anda cukup aktifkan ringtone saja sebagai penanda daripada mengaktifkan ringtone + vibrasi secara bersamaan pada smartphone Anda.
5. Minimalisir bermain game, mendengarkan musik dan mengakses aplikasi
Bermain game dan mendengarkan musik mungkin dapat mengusir kejenuhan Anda saat terjebak dalam kemacetan. Namun, pada saat mudik, kegunaan smartphone yang paling utama tentunya adalah untuk tetap dapat terhubung dengan rekan atau keluarga di kampung halaman. Maka, ada baiknya untuk menahan diri tidak mengakses hiburan yang haus daya baterai seperti game atau aplikasi tertentu di smartphone.
6. Kelola aplikasi dan widget
Terkadang beberapa aplikasi tetap berjalan meskipun Anda berpikir sudah menonaktifkannya. Kunjungi toko aplikasi online seperti Google Play, Apple App Store dan BlackBerry App World dan lakukan pengunduhan task manager. ‘Advanced Task Killer’ cukup mudah digunakan sebagai ‘manajer’ agar Anda selektif mengatur aplikasi yang berjalan
7. Unduh aplikasi penghemat baterai
Terdapat beberapa aplikasi penghemat baterai yang bisa Anda unduh sebelum melakukan mudik. Aplikasi ini dapat membantu menghemat baterai dengan praktis dan mudah. Pengguna BlackBerry bisa mengunduh NB BattStat atau yang lain. Di iPhone, ada Battery Go. Sedangkan di Android, ada aplikasi Juice Defender dan sebagainya.
8. Matikan smartphone saat tidak dibutuhkan
Tidak setiap waktu para pemudik dapat menerima atau melakukan panggilan. Misalnya saat melalui wilayah blankspot ( tak ada sinyal) atau ingin lebih berkonsentrasi mengemudi hingga beristirahat di malam hari untuk memulihkan tenaga. Tidak ada salahnya pada saat itu matikanlah smartphone Anda untuk menghemat baterai.
Selamat Mencoba dan Selamat Mudik...

Jumat, 10 Agustus 2012

6 Tips Lancar Melintasi Pantura


Jalur Pantura atau Pantai Utara selalu menjadi pilihan utama bagi pemudik. Banyaknya rest area di jalurnya pun membuat perjalanan lebih nyaman. Jika ingin melintasi Pantura, baca dulu 6 tips berikut ini.

Jalanan yang lurus dengan pemandangan laut menjadi ciri khas dari jalur Pantura. Rest area dan banyak rumah makan dapat Anda temui di setiap tepian jalannya. Disusun detikTravel, Jumat (10/8/2012), berikut 6 tips lancar melintasi Pantura:

1. Perhatikan mesin kendaraan sebelum berangkat

Banyaknya rest area dan juga bengkel-bengkel di setiap jalur Pantura, akan memudahkan Anda selama perjalanan. Namun, ada baiknya Anda mempersiapkan kendaraan dengan tepat dan cermat terlebih dulu.

Pastikan kendaraan Anda dalam keadaan baik sebelum berangkat. Cek kembali tekanan ban, oli dan lain-lain. Jalur Pantura selalu dipadati oleh pemudik. Tentu Anda tak ingin kendaraan mogok di tengah jalan dan membuat kemacetan panjang bukan?

2. Siapkan peta mudik

Saat menjelang H-7, banyak surat kabar atau pun perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan peta mudik. Tak usah malu, ada baiknya Anda membawa peta mudik tersebut untuk melintasi Pantura.

Setiap tahun, ada perubahan-perubahan yang terjadi di jalur Pantura. Melalui peta mudik, Anda dapat melihat perkembangan terkini tentang titik rawan kemacetan atau perbaikan jalan di tiap daerah. Hal ini akan memudahkan Anda.

3. Hafalkan titik kemacetan

Sebagai jalur favorit, macet bukan rahasia lagi di jalur Pantura. Volume kendaraan yang bertambah akan mengakibatkan macet yang tidak terkira. Apalagi ada beberapa pasar tumpah di tiap daerah yang kadang sulit diprediksi.

Jalur mudik Brebes-Tegal via tol Pejagan diprediksi akan mengalami peningkatan arus volume kendaraan pada H-10. Hal itu dikarenakan adanya penyempitan jalur di exit tol Pejagan. Kemacetan jalur mudik dari exit tol Pejagan yang akan menuju Tegal, terjadi di pertigaan Tanjung menuju arah Pantura.

4. Perhatikan takaran bensin

Anda akan banyak menemukan SPBU di pinggir jalan di Jalur Pantura. Meski demikian, Anda tetap harus memperhatikan takaran bensin Anda selama perjalanan.

Bisa saja Anda lupa untuk mengisi bensin dan mengacuhkan SPBU yang Anda temui. Padahal, saat itu bensin Anda telah menipis, walah! Oleh sebab itu, dengan memperhatikan takaran bensin, Anda akan tahu kapan harus mengisi bahan bakar. Perjalanan pun akan lebih lancar dan nyaman.

5. Beristirahatlah saat lelah

Jangan menunda-nunda waktu untuk beristirahat saat Anda lelah. Banyaknya rest area di Pantura dapat menjadi tempat beristirahat Anda untuk memejamkan mata atau sekadar meregangkan otot.

Saat lelah datang baik di siang atau pun malam, segeralah merapatkan kendaraan ke rest area dan beristirahatlah. Anda dapat tidur untuk sesaat atau mengisi perut yang lapar. Kopi pun dapat menjadi pilihan Anda.

6. Siapkan hiburan

Anda akan menjumpai macet saat melintas di Pantura. Untuk itu, siapkan hiburan seperti musik dan dvd. Buku bacaan pun dapat menjadi pilihan Anda.

Siapkan pula kamera untuk memotret sisi lain Pantura. Hal-hal tersebut dapat menjadi hiburan Anda selama di jalan untuk melawan kepenatan.


http://travel.detik.com/read/2012/08/10/181459/1988749/1048/6-tips-lancar-melintasi-pantura?vt22011024

Minggu, 22 Juli 2012

Inilah 9 Makna Penting Ramadhan

Inilah 9 Makna Penting Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhbib Abdul Wahab
Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata ramidhayarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Dinamakan demikian karena saat ditetapkan sebagai bulan wajib berpuasa, udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering.

Selain itu, Ramadhan juga berarti ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, golok, dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’ ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita.

Ramadhan yang setiap tahun kita jalani sangatlah penting dimaknai dari perspektif nama-nama lain yang dinisbatkan kepadanya. Para ulama melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan.

Pertama, Syahr al-Qur’an (bulan Alquran), karena pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kitab-kitab suci yang lain: Zabur, Taurat, dan Injil, juga diturunkan pada bulan yang sama.

Kedua, Syahr al-Shiyam (bulan pua sa wajib), karena hanya Ramadhan me ru pakan bulan di mana Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam Alquran. (QS al-Baqarah [2]: 185).

Ketiga, Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran), karena pada bulan ini Jibril AS menemui Nabi SAW untuk melakukan tadarus Alquran bersama Nabi dari awal hingga akhir. Keempat, Syahr al-Rahmah (bulan penuh limpah an rahmat dari Allah SWT), karena Allah menurunkan aneka rahmat yang tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada surga dibuka lebar-lebar.

Kelima, Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari siksa neraka). Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebesan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha-Nya. Ke enam, Syahr al-’Id(bulan yang berujung/ berakhir dengan hari raya). Ramadhan disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin

Ketujuh, Syahr al-Judd (bulan kedermawanan), karena bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi SAW memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci.

Kedelapan, Syahr al-Shabr (bulan kesabaran), karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian.

Kesembilan, Syahr Allah (bulan Al lah), karena di dalamnya Allah melipatgandakan pahala bagi orang berpuasa.

Jadi, Ramadhan adalah bulan yang sangat sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Sebagai bulan jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial.
Redaktur: Heri Ruslan

Sabtu, 21 Juli 2012

Puasa Ramadhan Mengikis Budaya Malas

 Puasa Ramadhan Mengikis Budaya Malas

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein

Akhir pekan ini, seluruh umat Islam dipastikan sudah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Hampir seluruh umat Islam yang beriman menjalankan ibadah di bulan penuh berkah ini.

Namun, biasanya kita juga melihat ada yang kontras ketika Ramadhan tiba. Masjid-masjid penuh. Bukan untuk beribadah membaca al-Quran, tetapi banyak umat Islam yang berleha-leha, tidur-tiduran menghabiskan waktu siang mereka.

Produktivitas kerja menurun. Nuansa bermalas-malasan kentara. Seakan-akan puasa menjadi legitimasi sebagian dari kita untuk bermalas-malasan dan mengurangi aktivitas sepanjang menjalankan ibadah puasa. Pengurangan aktivitas itu tentu saja berujung pada berkurangnya kreativitas. Jika demikian terjadi maka sungguh disayangkan.
           
Sepantasnya, Ramadhan menjadi momentum meningkatkan produktivitas dan berkarya, bukan bermalas-malasan.bila dihayati secara mendalam, Ramadhan seperti madrasatun mada al-hayah (madrasah sepanjang hayat) yang berkelanjutan mendidik dan mengedukasi generasi demi generasi setiap tahun. Ramadhan memuat makna-makna iman pada jiwa manusia, mengilhami mereka arti agama yang hanif, dan memantapkan kepribadian Muslim yang hakiki.
           
Kesempatan Ramadhan yang di dalamnya dijanjikan rahmat (karunia), maghfirah (ampunan), dan itqun min al-nar(pembebasan dari api neraka), sesungguhnya momentum ideal menemukan solusi banyak hal bagi umat. Puasa yang benar dapat membangunkan hati Mukmin yang ‘tertidur’ sehingga merasakan muraqabatullah (perasaan diawasi Allah).
           
Dalam sejarah Nabi Muhammad SAW, Ramadhan menjadi bulan jihad. Banyak peristiwa bersejarah yang mencatat bahwa Ramadhan menjadi bulan jihad umat Islam. Pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 hijriah, umat Islam mengalami perang Badar.

Perang ini terjadi di gurun pasir yang melibatkan 314 muslimin melawan 1000-an orang kafir dari Makkah. Peperangan ini adalah salah tonggak penting dalam sejarah Islam, karena sejak itulah umat Islam memulai era peperangan secara fisik, yang tentunya membutuhkan kemampuan yang lebih berat. Kalau mentalitas mereka seperti umat Islam zaman sekarang yang hobi tidur siang di bulan Ramadhan, tentunya sulit memenangkan peperangan.

Dan kota Mekkah dibebaskan juga pada bulan Ramadhan pada tahun ke-8 hijriah. Rasulullah SAW menyiapkan tidak kurang dari 10 ribu pasukan lengkap dengan senjata yang berjalan dari Madinah dan mengepung kota Makkah. Makkah menyerah tanpa syarat, namun semua diampuni dan dibebaskan.

Pada abad pertengahan atau tahun 15 Hijriah terjadi perang perang Qadisiyyah dimana orang-orang Majusi di Persia (saat ini wilayah Republik Islam Iran) ditumbangkan. Demikiran juga pertama kali Islam menaklukkan Spanyol di bawah pimpinan Thariq bin Ziad dan Musa bin Nushair, juga terjadi di bulan Ramadhan tahun 92 hijriyah. dan sekian banyak kerja keras yang lain, terjadi di bulan Ramadhan.

Ramadhan seharusnya menjadi sarana yang sangat efektif menghadirkan internalisasi nilai kebajikan guna menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat. Ramadhan satu bulan penuh, Muslim di-training oleh SuperTrainer-nya, yaitu Allah SWT, Dzat yang Maha segala-galanya. Tentu hasilnya akan juga luar biasa, bila itu dilakukan dengan penuh keseriusan dan mendamba ridha Allah.
Karena itu, sepantasnya Ramadhan dimanfaatkan secara optimal oleh semua unsur untuk meningkatkan kreatifitas dan karya. Sikap dan kepribadian positif, produktif, empatik, dan menghadirkan keputusan win-win solution adalah sosok pribadi yang lulus secara gemilang dari madrasah Ramadhan yang penuh solusi.

Perlu bagi umat untuk kembali merenungkan ungkapan terakhir dari surat al-Baqarah:183, bahwa yang mewajibkan puasa adalah la’allakum tattaqun dalam kata kerja mudhari yang hendaknya dimaknai agar dapat merealisasikan nilai-nilai muraqabatullah, ketaatan, dan kasih sayang secara terus-menerus, tidak hanya di saat bulan Ramadhan.
Redaktur: Heri Ruslan

Trade traffic with me using 2leep.com system